Banyak orang menganggap penglihatan yang mulai buram sebagai hal wajar akibat pertambahan usia. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi gejala awal mata katarak, salah satu penyakit mata yang menjadi penyebab utama gangguan penglihatan pada orang dewasa hingga lanjut usia.
Mata katarak terjadi ketika lensa mata yang normalnya bening berubah menjadi keruh. Kekeruhan ini menghambat cahaya masuk ke retina secara optimal sehingga membuat penglihatan tampak kabur, berkabut, mudah silau, bahkan menyulitkan aktivitas sehari-hari seperti membaca, bekerja, maupun berkendara.
Dalam podcast KMN EyeCare, Dr. Ricky E. Rooroh, SpM menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada obat tetes mata maupun obat minum yang terbukti mampu menyembuhkan katarak.
“Tidak ada satupun obat yang bisa menghilangkan katarak. Penanganan yang terbukti secara medis tetap melalui operasi,” jelas Dr. Ricky.
Pernyataan tersebut sekaligus meluruskan anggapan yang masih banyak beredar di masyarakat bahwa mata katarak dapat sembuh hanya dengan terapi tertentu atau konsumsi obat-obatan. Faktanya, lensa mata yang telah mengalami kekeruhan tidak dapat kembali jernih dengan sendirinya tanpa tindakan operasi.
Gejala Mata Katarak Sering Tidak Disadari
Salah satu tantangan dalam penanganan mata katarak adalah gejalanya yang berkembang secara perlahan. Pada tahap awal, banyak penderita mengira penurunan penglihatan hanya disebabkan oleh mata lelah atau proses penuaan biasa.
Beberapa gejala mata katarak yang umum meliputi:
- Penglihatan kabur atau berkabut.
- Mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.
- Sulit melihat pada malam hari.
- Warna benda terlihat lebih kusam.
- Ukuran kacamata sering berubah karena penglihatan terus menurun.
Karena berlangsung secara bertahap, tidak sedikit pasien baru memeriksakan kondisi matanya ketika gangguan penglihatan sudah mulai menghambat aktivitas sehari-hari. Oleh sebab itu, dokter mata menyarankan pemeriksaan mata rutin, terutama setelah memasuki usia 40 tahun, agar tanda-tanda katarak dapat dideteksi lebih awal.
Operasi Katarak Menjadi Solusi yang Terbukti Secara Medis
Hingga kini, operasi katarak masih menjadi satu-satunya metode yang terbukti efektif untuk mengatasi mata katarak. Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat lensa mata yang keruh dan menggantinya dengan lensa tanam buatan sehingga penglihatan dapat kembali lebih jernih.
Seiring berkembangnya teknologi, operasi katarak modern kini dilakukan dengan sayatan yang sangat kecil sehingga tindakan menjadi lebih presisi, minim rasa tidak nyaman, dan memungkinkan proses pemulihan berlangsung lebih cepat.
Selain faktor usia, risiko seseorang mengalami mata katarak juga dapat meningkat akibat diabetes, paparan sinar ultraviolet secara berlebihan, kebiasaan merokok, hingga penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang.
Karena itu, menjaga pola hidup sehat, melindungi mata dari paparan sinar matahari, serta melakukan pemeriksaan mata secara berkala merupakan langkah penting untuk mempertahankan kualitas penglihatan hingga usia lanjut.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan apabila mulai merasakan perubahan pada penglihatan. Deteksi dini memungkinkan dokter menentukan waktu penanganan yang tepat sehingga gangguan penglihatan akibat mata katarak tidak semakin mengganggu kualitas hidup.









